Kisah Serda Wahyu, Saat Beraksi Lumpuhkan Perampok

Spread the love

Lensamiliter.id. —JEMBER – Membaca pemberitaan yang simpang siur terkait pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan, yang terjadi pada Selasa 18/01/2022 sekitar pukul 13.30 Wib, di Jl Wijaya Kusuma 44 RT. 01 RW. 021 Kampung Osing Kelurahan Jember Lor Kec Patrang Kabupaten Jember.

Pada Rabu 19/01/2022 kami langsung mewawancarai Serda Wahyu Hidayatullah, terkait apa yang dialaminya saat terjadi perampokan atau Curas tersebut.

Serda Wahyu Hidayatullah merupakan tentara angkatan tahun 1995, pernah dinas di Yonif Raider 509/K, Brigif Raider 9/K dan kemudian ingin pindah ke Kodam ditempatkan di Kodim 0825/Banyuwangi selama 3 tahun dan saat sejak bulan lalu saya pindah Ke Kodim 0824/Jember mendekatkan diri dengan rumah.

Sebagai personel baru di Kodim 0824/Jember dirinya menjalani masa pool dengan orientasi pembersihan dan pembenahan pangkalan, siang itu saya ijin istirahat sholat dan makan (ishoma) di rumah, sambil menjahitkan baju (memasang atribut) di Kreongan.

Sengaja tidak saya tunggu dan rencana saya ambil sepulang dinas, dan saya langsung kembali ke Kodim 0824/Jember untuk melanjutkan pekerjaan.

Perjalanan saya ke Kodim 0824/Jember agar cepat saya memotong kompas melalui jalan gang sehingga tembus stasiun, sesampai di Jl Wijaya Kusuma 44 tersebut ada suara ibu-ibu meminta tolong, saya menoleh dan berhenti seketika hingga tidak melepas helm, saya berlari ke rumah Sri Budi Asmara tersebut saya melihat beberapa orang sudah tergeletak luka parah dan ada yang berkelahi, ternyata yang membawa pisau itu seorang pencuri yang telah melukai beberapa orang, tanpa pikir panjang saya pun ikut melupuhkan pencuri tersebut hingga pisaunya terjatuh dan bersama seorang bapak tadi yang tidak tahu namanya, saya bekap hingga tidak dapat bergerak dan saya suruh orang yang ada ambil tali untuk diikat, setelah saya datang memang baru bisa dilumpuhkan pelakunya. Kemudian beberapa orang datang dan saya suruh cari tali, untuk mengikat pelaku,.tangan dan kakinya.

Setelah pelaku dapat kita lumpuhkan, saya masuk ke rumah ada nenek tua yang ternyata bernama Sri Budi Asmara berdarah hidungnya, kemudian ada seorang laki-laki (Benaya Sangkakala) luka sayatan leher dan lengannya namun masih melakukan perlawanan, kemudian satu orang lagi (Felix) luka sayatan di paha, dan yang menjadi daya terkaget setelah melihat ceceran darah menuju kamar mandi, ternyata ada seorang perempuan telanjang dengan kondisi luka sayatan leher meninggal dunia (Prita Hapsari), kemudian saya suruh orang menutup tubuh jenazah perempuan tersebut.

Kemudian saya keluar kehalaman rumah tersebut, pelaku sudah dipukuli setiap orang yang datang, kemudian saya halau orang-orang tersebut, saya menghubungi Pelda Doni seniornya, selanjutnya Danunit Intel Kodim 0824/Jember Letda Arah Arie Cahya bersama beberapa orang datang.

Barang bukti berupa tas pelaku, dompet pelaku, uang sebesar Rp. 2,8 juta, pisau dapur untuk membunuh dan melukai para saksi dan lain-lain saya kumpulkan di satu tempat di dekat pelaku yang sudah terikat.

Sesaat kemudian Letda Arie Cahya menghubungi Polsek Patrang, yang diawali dengan kedatangan Bhabinkamtibmas, baru kemudian berdatangan personel Polri dari Polsek Patrang, kemudian disampaikan bahwa telah terjadi perampokan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, tiga orang luka, dengan pelaku dan identitas pelaku serta barang bukti, untuk penanganan lebih lanjut oleh Polsek Patrang, baru kemudian saya meninggal kan tempat tersebut bersama personel Kodim 0824/Jember lainnya, untuk kembali ke Kodim. Pungkasnya Serda Wahyu Hidayatullah.

(Siswandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *