Sosialisasi Bahaya Karhutla, Babinsa Koramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Komsos dengan Warga Desa Binannya

Spread the love

Lensamiliter.id. –Kotawaringin Timur – Melalui personel Babinsa Koramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Serda Suherman gencar melakukan sosialisasi kewaspadaan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah desa binaannya seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang, bersama SATPOLAIRUT POLRES KOTIM dengan melakukan pembinaan komunikasi sosial (komsos) melakukan sosialisasi dan meghimbau warga desa binaannya untuk waspada dan mencegah terjadinya karhutla di Desa Pelangsian

Babinsa Koramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Serda Suherman mengatakan, sosialisasi sebagai Partisipasi nyata Babinsa untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan kebakaran, sehingga pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi yang mengarah pada bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari Karhutla

“Ini sebagai bentuk antisipasi, sekaligus memberikan himbauan dan mengajak warga agar tidak melakukan sistem pembakaran secara liar,” ujar Babinsa Koramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang,

Secara Terpisah Danramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Kapten Arh Sutomo menuturkan , kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang efektif dilakukan melalui komunikasi sosial (Komsos) yang dilakukan jajaran Koramil melalui babinsa di lapangan yang efektif mencegah kebakaran hutan

Danramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Kapten Arh Sutomo juga menambahkan pencegahan pencegahan hutan dan lahan menggunakan papan pengumuman berupa spanduk yang berisi himbauan untuk tidak membakar lahan hutan

“kita dilarang keras melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk kepentingan apapun, kami akan terus patroli dan memantau serta melakukan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini,” Ujar Danramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Kapten Arh Sutomo

Danramil 1015-08/Mentawa Baru Ketapang Kapten Arh Sutomo juga menyampaikan tentang sanksi dan hukuman bagi masyarakat yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sosialisasi undang-undang tentang kehutanan dan undang-undang tentang lingkungan hidup kepada warga masyarakat desa binaannya

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *